Anda sedang mencari inspirasi resep Roti isi sosis (tanpa mixer, tanpa telur, takaran sendok) yang unik? Cara membuatnya memang susah-susah gampang. Jika keliru mengolah maka hasilnya tidak akan memuaskan dan justru cenderung tidak enak. Padahal Roti isi sosis (tanpa mixer, tanpa telur, takaran sendok) yang enak harusnya sih memiliki aroma dan rasa yang mampu memancing selera kita.
Banyak hal yang sedikit banyak berpengaruh terhadap kualitas rasa dari Roti isi sosis (tanpa mixer, tanpa telur, takaran sendok), mulai dari jenis bahan, selanjutnya pemilihan bahan segar, sampai cara membuat dan menyajikannya. Tidak usah pusing kalau ingin menyiapkan Roti isi sosis (tanpa mixer, tanpa telur, takaran sendok) enak di rumah, karena asal sudah tahu triknya maka hidangan ini dapat jadi suguhan spesial.
Nah, kali ini kita coba, yuk, variasikan Roti isi sosis (tanpa mixer, tanpa telur, takaran sendok) sendiri di rumah. Tetap dengan bahan yang sederhana, sajian ini bisa memberi manfaat dalam membantu menjaga kesehatan tubuh kita. Anda bisa membuat Roti isi sosis (tanpa mixer, tanpa telur, takaran sendok) memakai 10 jenis bahan dan 9 langkah pembuatan. Berikut ini cara dalam membuat hidangannya.
Niatnya pengen bikin pizza, berhubung bawang Bombay g ada, saus juga abis akhirnya bikin roti isi ini... Rasanya mantul banget, kres di luar tapi lembut poll didalamnya
Bahan-bahan dan bumbu yang perlu dipersiapkan untuk membuat Roti isi sosis (tanpa mixer, tanpa telur, takaran sendok):
- 1 sdm gula pasir
- 5 sdm munjung tepung terigu Cakra
- 1 sachet skm putih
- 1 sdm ragi instan
- 1 sdm munjung mentega
- 3 buah Sosis
- 2 sdm munjung tepung maizena
- Sejumput garam
- Secukupnya keju parut (optional)
- 7 sdm air hangat kuku (jangan terlalu panas)
Langkah-langkah untuk membuat Roti isi sosis (tanpa mixer, tanpa telur, takaran sendok)
1
Cairkan mentega terlebih dahulu diatas penggorengan, panaskan tapi jangan sampai mencair semua. Matikan kompor jika mentega tinggal sebagian kecil yang belum leleh, biarkan saja nanti akan leleh sendiri. Kemudian dinginkan di suhu ruang.
2
Campurkan skm, gula, dan ragi dengan air hangat. Aduk sampai rata biarkan sekitar 5 menit sampai berbusa (kalau tidak berbusa berarti ragi sudah tidak aktif jadi harus diulangi lagi).
3
Campurkan tepung terigu, tepung maizena, dan sejumput garam. Aduk hingga tercampur merata.
4
Kemudian setelah mentega dingin dan biang ragi sudah berbuih, campurkan dengan tepung secara perlahan. Aduk merata dan diuleni hingga kalis. Banting banting sebentar untuk membuat adonan cepat kalis. Jika terasa lengket jangan ditambah tepung, hal itu justru akan membuat roti jadi keras. Tambahkan saja mentega saat menguleni ketika terasa lengket.
5
Setelah adonan kalis, tutup dengan kain bersih. Sebelum ditutup, saya mengoleskan sedikit margarin di permukaan adonan agar tidak kering setelah mengembang. Tutup adonan selama kurang lebih 1 jam.
6
Setelah 1 jam, buka tutup kain, kemudian tusuk adonan yang sudah mengembang dengan jari jari sebentar. Kemudian potong adonan jadi 3 dan bentuk sesuai selera. (Saya memotong menggunakan pisau, sengaja tidak saya tarik agar tekstur adonannya tidak berubah). Tambahkan keju parut diatasnya jika ada.
7
Olesi loyang dengan mentega, letakkan adonan yang sudah dibentuk ke dalam loyang (untuk mempermudah, saya membentuk adonan diatas loyang) kemudian tutup kembali dengan kain bersih sekitar 15 menit.
8
Setelah 15 menit, siapkan oven. Panaskan hingga suhu sekitar 170Β°C. Adonan akan mengembang lagi, jadi jangan diletakkan terlalu dekat di dalam loyang. setelah oven siap, masukkan loyang, panggang selama kurang lebih 30 menit (setiap oven kadang berbeda, saya memanggang hingga berwarna kuning kecoklatan).